BINTANG DAN KERIKIL

BINTANG DAN KERIKIL

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu,,, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungunhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.”

(Q.S. Al-An’am [6] : 97)

Kerikil dan Bintang sama-sama tampak kecil dalam pandangan fisik manusia. Namun, keduanya memiliki makna arti dan guna yang jauh berbeda. Kosa kata Kerikil sering digunakan untuk menggambarkan hal-hal yang bersifat negative. Sebaliknya dengan Bintang yang digunakan untuk sesuatu yang positive. Kerikil menjadi istilah yang yang berarti menghalangi langkah/perjalanan manusia. Sedangkan bintang justru mnejadi tujuan dari langkah manusia itu sendiri.

Perjalanan manusia sering terhalang oleh kerikil-kerikil tajam. Sedangkan orang-orang yang sukses disebut sebagai sang Bintang. Bahkan pangkat militer dan kelas hotel pun menggunakan menggunakan bintang. Continue reading

Profesionalisme Sejati

Action & Wisdom Motivation Training

Alkisah dalam sebuah latihan perang, Sun Tzu berani menghukum anaknya sendiri (yang jadi kepala prajurit) yang gagal menjalankan latihan perang-perangan. Jika kita gunakan logika umum, mana mungkin seorang ayah mau menyakiti anak yang dicintainya? Bahkan melukainya di depan orang banyak, seolah seperti sengaja mempermalukannya.

Satu prinsip strategi perang ditunjukkan langsung oleh Sun Tzu di hadapan para prajuritnya. Bahwa dalam perang tidak ada hak istimewa bagi keluarga atau anak jenderal. Siapa pun yang dipilih sebagai komandan atau pemimpin perang, dia harus memiliki kecakapan perang dan mampu memimpin pasukan. Untuk soal kemampuan kemiliteran dan kepemimpinan tidak ada sedikit pun kompromi.

Continue reading

Indonesian Salary

GAJI ORANG INDONESIA SESUNGGUHNYA


Tidak biasanya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ir. Tifatul Sembiring tidak mengucapkan pantun saat memberikan kata sambutan pada seminar politik yang dihadiri oleh Prof James Fox dari Australian National University dan Jakob Oetama, tokoh pers, di Jakarta, Senin.Tifatul justru menyampaikan sebuah lelucon yang menggambarkan potret masyarakat Indonesia, yang sampai kini masih menjadi permasalahan bangsa.

Lelucon itu menceritakan dua orang yang sedang berdialog. Satu orang Eropa dan satunya, sudah tentu orang Indonesia.
Orang Indonesia bertanya pada orang Eropa, ‘Berapa gajimu dan untuk apa saja uang sejumlah itu?’

Orang Eropa menjawab, ‘Gaji saya 3.000 Euro, 1.000 euro untuk tempat tinggal, 1.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan.’ Continue reading

Long Live The Customers

Long Live the King! Long Live the King!” Adegan seperti inilah yang banyak terdapat dalam film-film silat Tiongkok. Ada seorang raja yang sedang duduk di tahta atau berdiri di panggung, sementara ratusan prajurit berdiri di depannya sambil mengacungkan tangan dan berteriak-teriak seperti itu.

Teriakan para prajurit itu mungkin saja tidak benar-benar berasal dari hati nuraninya. Bisa saja kebanyakan lip service belaka, karena raja di zaman dahulu sangat powerful. Raja bisa menghukum siapa saja. Perkataannya adalah hukum. Sampai-sampai ada istilah the king can do no wrong.”

Nah, di era New Wave Marketing ini, para marketer harus meneriakkan Long Live the Customers!”. Kenapa? Sama seperti raja zaman dulu, pelanggan saat ini sangat powerful. Mereka gampang gonta-ganti merek setiap saat. Mereka bisa ngomong apa saja. Semua ucapan pelanggan didengar, disurvei, dicoba untuk dimengerti, dan dituruti oleh semua pemain. Continue reading

Kisah 2 Ekor Kodok

Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Malangnya, dua di antara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati.

Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati.

Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati.

Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat sedapat mungkin. Sekali lagi kerumunan kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja.

Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil. Akhirnya, dengan sebuah lompatan yang kencang, dia berhasil sampai di atas. Continue reading

Hadiah Terindah untuk Diri Sendiri (Gede Prama)

Setiap orang pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan. Ada masa sulit dalam berumah tangga, kehidupan karir, kesehatan, atau kehidupan pribadi yang diguncang badai. Kebanyakan juga setuju kalau masa-masa sulit ini bukanlah keadaan yang diinginkan. Sebagian orang bahkan berdoa, agar sejarang mungkin digoda oleh keadaan-keadaan sulit. Sebagian lagi yang dihinggapi oleh kemewahan hidup ala anak-anak kecil, mau membuang jauh-jauh, atau lari sekencang-kencangnya dari godaan hidup sulit.

Akan tetapi, sekencang apapun kita menjauh dari kesulitan, ia tetap akan menyentuh badan dan jiwa ini di waktu-waktu ketika ia harus datang berkunjung. Rumus besi kehidupan seperti ini, memang berlaku pada semua manusia, bahkan juga berlaku untuk seorang raja dan p! enguasa yang paling berkuasa sekalipun.

Sadar akan hal inilah, saya sering mendidik diri untuk ikhlas ketika kesulitan datang berkunjung. Continue reading

Menjadi Pribadi Yang Menarik

MENJADI PRIBADI YANG BAIK

Kadang kita menemukan seseorang yang kita kenal, yang begitu menyenangkan, hingga membuat kita merasa nyaman dan merindukan kehadiran orang itu. Bisa dibilang orang semacam ini memiliki daya tarik bagi orang lain. Daya tarik merupakan kualitas istimewa yang ada pada sesorang dan membuat keterpesonaan pada orang lain. Seperti misalnya bunga, alat untuk menarik lebah. Namun kabar gembiranya, kita semua dapat menjadi orang yang selalu dirindukan seperti itu. Daya tarik dapat ditumbuhkan. Anda dapat menciptakan getaran positif yang dapat melingkupi Anda. Sebuah aura positif yang dapat ditimbulkan dari perhatian, kasih sayang dan rasa hormat. Anda dapat mengikuti beberapa tips menumbuhkan daya tarik dibawah ini.

Berikan kebaikan tanpa menghitungnya

Tuhan itu maha pemurah. Ada pepatah mengatakan lebih baik memberi dari pada meminta. Birikan kesediaan yang tulus untuk berbagi dengan orang lain. Dalam kehidupan sosial, orang cenderung memberi dan beramal semata-mata demi memuaskan ego. Namun sebenarnya, memberi dengan ikhlas dapat menumbuhkan perasaan positif. Belajarlah memberi tanpa mengharapkan imbalan, perasaan yang datang dari hati akan menumbuhkan kepuasan dan kesenangan. Continue reading