<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tiens168's Weblog</title>
	<atom:link href="http://tiens168.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tiens168.wordpress.com</link>
	<description>The Power of Network Marketing</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Nov 2008 04:09:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tiens168.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/a098c0d65c2f7e06ced8d8f24b53bc55?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Tiens168's Weblog</title>
		<link>http://tiens168.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tiens168.wordpress.com/osd.xml" title="Tiens168&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tiens168.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BINTANG DAN KERIKIL</title>
		<link>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/25/bintang-dan-kerikil/</link>
		<comments>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/25/bintang-dan-kerikil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 07:13:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tiens168</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[alpakom]]></category>
		<category><![CDATA[LNI]]></category>
		<category><![CDATA[Tianshi]]></category>
		<category><![CDATA[tien168]]></category>
		<category><![CDATA[trisulo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiens168.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[BINTANG DAN KERIKIL “Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu,,, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungunhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.” (Q.S. Al-An’am [6] : 97) Kerikil dan Bintang sama-sama tampak kecil dalam pandangan fisik manusia. Namun, keduanya memiliki makna arti dan guna yang jauh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=275&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">BINTANG DAN KERIKIL</span></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="margin-bottom:0;" align="center">“<span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em>Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu,,, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungunhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui</em>.”</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">(Q.S. Al-An’am [6] : 97)</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Kerikil dan Bintang sama-sama tampak kecil dalam pandangan fisik manusia. Namun, keduanya memiliki makna arti dan guna yang jauh berbeda. Kosa kata <em>Kerikil</em> sering digunakan untuk menggambarkan hal-hal yang bersifat <em><strong>negative.</strong></em> Sebaliknya dengan <em>Bintang</em> yang digunakan untuk sesuatu yang <em><strong>positive</strong></em>. Kerikil menjadi istilah yang yang berarti menghalangi langkah/perjalanan manusia. Sedangkan bintang justru mnejadi tujuan dari langkah manusia itu sendiri.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Perjalanan manusia sering terhalang oleh kerikil-kerikil tajam. Sedangkan orang-orang yang sukses disebut sebagai <em>sang Bintang</em>. Bahkan pangkat militer dan kelas hotel pun menggunakan menggunakan bintang.<span id="more-275"></span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Perubahan menuju kebangkitan bisa karena <em>steps</em> yang kecil, itulah Bintang. Sedangkan perubahan dari sesuatu yang besar menuju kehancuran, itulah kerikil. Itu berarti, sesuatu yang kecil dalam pandangan manusia bisa memberikan kontribusi yang besar bagi kehidupan manusia. Dengan jata lain, sesuatu yang dianggap remeh bisa menjadi sebuah kunci menuju perubahan yang besar.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Makna lain dari perbedaan antara kerikil dan bintang adalah, bahwa kerikil dalam senyatanya adalah kecil tetapi bisa bisa mencelakakan. Seperti tampak pada kehidupan kita sehari-hari, apakah anda pernah tersandung/terpeleset batu besar? Pasti tidak, tetapi anda tersandung/terpeleset dan tergelincir batu keci atau kerikil. Begitupun ketika anda sedang makan nasi. Bagaimana perasaan Anda ketika sebuah kerikil termakan dan tergigit oleh Anda? Pastilah kenikmatan makanan tersebut akan hilang seketika, dan masih banyak lagi hal-hal tidak menyenangkan yang disebabkan oleh kerikil.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Berbeda dengan bintang yang sejatinya adalah sesuatu yang sangat besar, namun berada di langit yang jauh, sehingga mata memandangnya kecil. Hal inilah yang menjadi keunikan tersendiri dari bintang-bintang kecil di langit. Cahayanya yang kecil bisa menembus kepekatan gelap malam. Bahkan ketika bintang-bintang itu bertemu dan membentuk suatu formasi, dapat menjadi petunjuk bagi manusia. Samapi sekarang nelayan menggunakan formasi-formasi itu sebagai petunjuk arah, dan itu tidak pernah berubah.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Penampakan dalam kehidupan nyata itulah yang menjadi dasar pemaknaan dan penggunaan kosa kata BINTANG atau KERIKIL. Hal-hal tersebut menggambarkan karakter seorang kerikil ataukah bintang itu sendiri. Kerikil yang kecil tetapi selalu menjadi penyebab dari suatu ketidaknyamanan dan membebani suatu perjalanan dari manusia merupakan salah satu bentuk karakter dari kerikil dan seorang kerikil. Beban yang berat akan semakin berat ketika ada kerikil. Dia tidak senang dengan keberhasilan orang lain dan selalu mencari jalan agar keberhasilan itu berpindah ke tangannya dengan menyakiti kawannya. Tetapi, seorang kerikil tidak akan pernah menjadi besar dan akan selalu di bawah. Bahkan dia akan terinjak-injak dan tergilas zaman ketika sifatnya masih tetap seperti kerikil.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Jauh dengan karakter seorang bintang. Bintang selalu berada di atas, tiadak peranah ditemukan di bawah. Inilah karekter sesunggunhnya dari bintang, begitupun dengan seorang bintang. Dia teguh dalam pendirian, bisa menerangi diri sendiri dan orang sekitarnya. Ketika mereka menjadi satu, maka mereka bisa menjadi pelopor dan penunjuk jalan kebenaran. Tidak mudah terpengaruh oleh tipu muslihat musuh-musuhnya, bahkan dia menjadi penerang di lingkungan yang jahil. Seperti kata Hasan Al-Banna, “<em>nakhtalitu waalakin natamayyazu” </em>yang maknanya bahwa seorang bintang bergaul di dalam lingkungan apapun, dia tetap teguh dan tidak terwarnai oleh lingkungannya yang jahil.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Seorang bintang niscaya mampu menghadapi kerikil tajam yang mengalangi langkahnya, namun seorang kerikil niscaya tidak akan mampu menjadi Bintang.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Oleh karena itu, mulailah Anda menjadi Bintang dari sekarang, dan menjadi lebih baik bersama bintang-bintang yang lainnya dengan membentuk bintang-bintang baru di sekitar  Anda. [RG_318]</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Disarikan dari Buletin dakwah Al Mimbar ed. 3,  20 Januari 2006</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiens168.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiens168.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiens168.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiens168.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiens168.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiens168.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiens168.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiens168.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiens168.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiens168.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiens168.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiens168.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiens168.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiens168.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=275&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/25/bintang-dan-kerikil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a010f886f5303b70a0f6457dfbcf24b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">tiens168</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Profesionalisme Sejati</title>
		<link>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/18/profesionalisme-sejati/</link>
		<comments>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/18/profesionalisme-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 04:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tiens168</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[alpakom]]></category>
		<category><![CDATA[LNI]]></category>
		<category><![CDATA[Tianshi]]></category>
		<category><![CDATA[tien168]]></category>
		<category><![CDATA[trisulo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiens168.wordpress.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Action &#38; Wisdom Motivation Training Alkisah dalam sebuah latihan perang, Sun Tzu berani menghukum anaknya sendiri (yang jadi kepala prajurit) yang gagal menjalankan latihan perang-perangan. Jika kita gunakan logika umum, mana mungkin seorang ayah mau menyakiti anak yang dicintainya? Bahkan melukainya di depan orang banyak, seolah seperti sengaja mempermalukannya. Satu prinsip strategi perang ditunjukkan langsung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=257&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><em>Action &amp; Wisdom Motivation Training</em></span><span style="color:#000000;"> </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Alkisah dalam sebuah latihan perang, Sun Tzu berani menghukum anaknya sendiri (yang jadi kepala prajurit) yang gagal menjalankan latihan perang-perangan. Jika kita gunakan logika umum, mana mungkin seorang ayah mau menyakiti anak yang dicintainya? Bahkan melukainya di depan orang banyak, seolah seperti sengaja mempermalukannya. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Satu prinsip strategi perang ditunjukkan langsung oleh Sun Tzu di hadapan para prajuritnya. Bahwa dalam perang tidak ada hak istimewa bagi keluarga atau anak jenderal. Siapa pun yang dipilih sebagai komandan atau pemimpin perang, dia harus memiliki kecakapan perang dan mampu memimpin pasukan. Untuk soal kemampuan kemiliteran dan kepemimpinan tidak ada sedikit pun kompromi. </span></span></span></p>
<p><span id="more-257"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Inilah prinsip profesionalisme sejati yang diajarkan Sun Tzu sejak ribuan tahun yang lalu. Selain bidang kemiliteran, prinsip profesionalisme sejati ini juga berlaku di segala bidang kehidupan. Yaitu di bidang politik, birokrasi, manajemen, bisnis, karir, hingga di kehidupan pribadi setiap orang. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Kalau kita mau jujur, banyak hal di bidang yang saya sebutkan tadi, berjalan di luar arah yang seharusnya. Bahkan tak jarang akhirnya gagal mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan, semua dikarenakan tidak berlakunya prinsip-prinsip profesionalisme. Contoh: dalam manajemen perusahaan kita menempatkan orang-orang di posisi penting yang bukan karena <em>skill</em> dan profesionalismenya, tetapi lebih karena kedekatan kita dengan mereka. Seperti karena mereka adalah sanak saudara, teman sealumni, sesuku, seagama, kenalan dekat, atau semata karena kita menyukai mereka. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Lalu pada saat terjadi konflik, ada pelanggaran, ada masalah, maka karena kedekatan itu kita jadi dalam mengambil sikap. Kita tidak enak memberi peringatan, tidak enak mengkoreksi, bahkan pada saat harus bertindak tegas kita tak berani memecat atau menghukum orang yang jelas-jelas salah. Hal ini pasti tidak terjadi jika sejak awal kita menegakkan prinsip-prinsip meritokrasi atau profesionalisme yang ketat dan tegas dalam rekrutmen maupun penempatan posisi penting. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Tidak ada yang salah menempatkan orang-orang dekat pada posisi penting. Tetapi ingat, posisi-posisi penting dalam bisnis, politik, dan manajemen pemerintahan selalu mengandung tanggung jawab yang besar. Sebab itulah, pantang menempatkan orang yang tidak cakap di posisi tersebut. Dengan langkah tegas ini, risiko lebih bisa diminimalkan. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#24249a;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Andrie Wongso</strong></em></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tiens168.wordpress.com/257/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tiens168.wordpress.com/257/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiens168.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiens168.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiens168.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiens168.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiens168.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiens168.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiens168.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiens168.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiens168.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiens168.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiens168.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiens168.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiens168.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiens168.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=257&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/18/profesionalisme-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a010f886f5303b70a0f6457dfbcf24b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">tiens168</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesian Salary</title>
		<link>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/18/indonesian-salary/</link>
		<comments>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/18/indonesian-salary/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 04:26:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tiens168</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[alpakom]]></category>
		<category><![CDATA[LNI]]></category>
		<category><![CDATA[Tianshi]]></category>
		<category><![CDATA[tien168]]></category>
		<category><![CDATA[trisulo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiens168.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[GAJI ORANG INDONESIA SESUNGGUHNYA Tidak biasanya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ir. Tifatul Sembiring tidak mengucapkan pantun saat memberikan kata sambutan pada seminar politik yang dihadiri oleh Prof James Fox dari Australian National University dan Jakob Oetama, tokoh pers, di Jakarta, Senin.Tifatul justru menyampaikan sebuah lelucon yang menggambarkan potret masyarakat Indonesia, yang sampai kini masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=254&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>GAJI ORANG INDONESIA SESUNGGUHNYA</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Tidak biasanya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ir. Tifatul Sembiring tidak mengucapkan pantun saat memberikan kata sambutan pada seminar politik yang dihadiri oleh Prof James Fox dari Australian National University dan Jakob Oetama, tokoh pers, di Jakarta, Senin.Tifatul justru menyampaikan sebuah lelucon yang menggambarkan potret masyarakat Indonesia, yang sampai kini masih menjadi permasalahan bangsa.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Lelucon itu menceritakan dua orang yang sedang berdialog. Satu orang Eropa dan satunya, sudah tentu orang Indonesia.<br />
Orang Indonesia bertanya pada orang Eropa, <span style="color:#0000ff;">&#8216;Berapa gajimu dan untuk apa saja uang sejumlah itu?&#8217;</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Orang Eropa menjawab, &#8216;Gaji saya 3.000 Euro, 1.000 euro untuk tempat tinggal, 1.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan.&#8217;<span id="more-254"></span><br />
&#8216;Lalu sisa 500 Euro untuk apa?&#8217;, tanya orang Indonesia . Orang Eropa menjawab secara ketus, &#8216;Oh.. itu urusan saya, Anda tidak berhak bertanya!&#8217;</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Kemudian orang Eropa berbalik bertanya. &#8216;Kalau anda bagaimana?&#8217;<br />
&#8216;Gaji saya Rp 950 ribu, Rp 450 ribu untuk tempat tinggal, Rp 350 ribu untuk makan, Rp 250 ribu untuk transport, Rp 200 ribu untuk sekolah anak, Rp 200 ribu untuk bayar cicilan pinjaman, Rp100 ribu untuk&#8230;&#8217;.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Penjelasan orang Indonesia terhenti karena orang Eropa menyetop penjelasan itu dan langsung bertanya.<br />
&#8216;Uang itu jumlahnya sudah melampui gaji anda. Sisanya dari mana?&#8217;, kata orang Eropa itu keheranan.<br />
Kemudian, orang Indonesia itu menjawab dengan enteng, &#8216;Begini Mister, tentang uang yang kurang, itu urusan saya, anda tidak berhak bertanya-tanya.&#8217;.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Spontan hadirin tertawa, termasuk Prof James Fox yang tertawa hingga terpingkal-pingkal.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em>dikutip dari milis tetangga… wienna@travelina.co.id</em></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tiens168.wordpress.com/254/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tiens168.wordpress.com/254/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiens168.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiens168.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiens168.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiens168.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiens168.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiens168.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiens168.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiens168.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiens168.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiens168.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiens168.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiens168.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiens168.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiens168.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=254&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/18/indonesian-salary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a010f886f5303b70a0f6457dfbcf24b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">tiens168</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Long Live The Customers</title>
		<link>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/16/long-live-the-customers/</link>
		<comments>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/16/long-live-the-customers/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 03:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tiens168</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[alpakom]]></category>
		<category><![CDATA[LNI]]></category>
		<category><![CDATA[Tianshi]]></category>
		<category><![CDATA[tien168]]></category>
		<category><![CDATA[trisulo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiens168.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[“Long Live the King! Long Live the King!” Adegan seperti inilah yang banyak terdapat dalam film-film silat Tiongkok. Ada seorang raja yang sedang duduk di tahta atau berdiri di panggung, sementara ratusan prajurit berdiri di depannya sambil mengacungkan tangan dan berteriak-teriak seperti itu. Teriakan para prajurit itu mungkin saja tidak benar-benar berasal dari hati nuraninya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=249&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>“<span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Long Live the King! Long Live the King!”</span></span></strong><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Adegan seperti inilah yang banyak terdapat dalam film-film silat Tiongkok. Ada seorang raja yang sedang duduk di tahta atau berdiri di panggung, sementara ratusan prajurit berdiri di depannya sambil mengacungkan tangan dan berteriak-teriak seperti itu.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Teriakan para prajurit itu mungkin saja tidak benar-benar berasal dari hati nuraninya. Bisa saja kebanyakan </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">lip service</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> belaka, karena raja di zaman dahulu sangat </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">powerful</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">. Raja bisa menghukum siapa saja. Perkataannya adalah hukum. Sampai-sampai ada istilah </span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">“</span></span></span><em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">the king can do no wrong</span></span></span></em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">.”</span></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Nah, di era New Wave Marketing ini, para </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">marketer</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> harus meneriakkan </span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">“</span></span></span><em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Long Live the Customers!</span></span></span></em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">”.</span></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Kenapa? Sama seperti raja zaman dulu, pelanggan saat ini sangat </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">powerful</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">. Mereka gampang gonta-ganti merek setiap saat. Mereka bisa ngomong apa saja. Semua ucapan pelanggan didengar, disurvei, dicoba untuk dimengerti, dan dituruti oleh semua pemain.</span></span><span id="more-249"></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Saking pentingnya makna pelanggan ini, sampai-sampai ada Hari Hak-Hak Pelanggan Dunia (World Consumers Right Day/WCRD) yang jatuh setiap tanggal 15 Maret. Aktivitas ini diperingati sejak tahun 1983 dan berganti-ganti tema setiap tahun. Tahun 2008 ini, temanya tentang memerangi </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">junk food</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> untuk anak-anak.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Hak-hak pelanggan yang diperjuangkan ada delapan, yaitu: hak untuk mendapatkan keamanan, hak untuk mendapatkan informasi, hak untuk memilih, hak untuk didengar, hak untuk mendapatkan kepuasan atas kebutuhan dasar, hak untuk mendapatkan ganti-rugi, hak untuk mendapatkan pendidikan, dan hak untuk mendapatkan lingkungan yang sehat.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Walaupun baru diadakan sejak tahun 1983, namun sebenarnya gagasan tentang pentingnya hak-hak pelanggan ini sudah ada sejak dua dasawarsa sebelumnya. Ketika itu, tepat tanggal 15 Maret 1962, Presiden AS John F. Kennedy berpidato di hadapan Kongres AS, </span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">“</span></span></span><em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Consumers by definition, include us all. They are the largest economic group, affecting and affected by almost every public and private economic decision. Yet they are the only important group… whose views are often not heard</span></span></span></em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">.”</span></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Nah, ini menunjukkan bahwa pemikiran untuk menghormati pelanggan sudah ada sejak dulu. Pernyataan </span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">“</span></span></span><em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Long Live the Customers!</span></span></span></em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">” </span></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">sendiri bisa memiliki dua makna. Yang pertama, kita seakan mendoakan agar pelanggan itu hidup terus, sama seperti raja-raja di atas tadi.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Makna yang kedua, yang lebih penting, adalah </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">lifetime customers</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">. Maksudnya, kita harus menjaga agar pelanggan kita itu bisa menjadi pelanggan kita seumur hidupnya. Beda dengan makna yang pertama, kalau seseorang sudah berhenti jadi pelanggan kita, relasi antara kita dan pelanggan sudah putus walaupun pelanggan tersebut masih hidup.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Makna pentingnya </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">lifetime customers</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> bagi bisnis sudah dibahas dalam berbagai studi. Dalam buku </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Loyalty Rules</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> karya Frederick Reichheld misalnya, dinyatakan bahwa kenaikan 5% dari tingkat retensi pelanggan akan meningkatkan profit antara 25% sampai 95%. Jadi, </span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">“</span></span></span><em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Long Live the Customers!</span></span></span></em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">”</span></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> harus dilakukan dengan tulus. Tidak boleh </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">lip service</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">, tapi harus benar-benar dari hati.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Di zaman Legacy Marketing, pelanggan diletakkan secara vertikal di bawah </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">marketer</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">. Di era New Wave ini, pelanggan tidak perlu di atas </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">marketer</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> seperti raja tadi, tapi sejajar. Ini perbedaannya. Artinya, </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">marketer</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> memang punya hak untuk tidak melayani pelanggan. Sebaliknya, pelanggan juga sangat punya hak untuk memilih orang lain yang bisa melayani dia.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Jadi jangan keliru. </span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">“</span></span></span><em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Long Live the Customers!</span></span></span></em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">” </span></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">bukan berarti mendewa-dewakan pelanggan. Meletakkan pelanggan jauh di atas kita. Ini berarti bahwa kita pun sebagai </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">marketer</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> memiliki hak untuk memilih, pelanggan mana yang harus benar-benar kita layani. Pelanggan mana yang benar-benar </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">valuable</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> bagi kita. Tidak sedikit pelanggan yang berniat kurang baik dan hanya ingin mendapatkan keuntungan secara tidak </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">fair</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Sementara itu, pelanggan yang benar-benar baik dan </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">valuable</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> biasanya justru merasa jengah jika kita memperlakukannya secara berlebihan; seperti raja, apa-apa dituruti. Bisa jadi ia malah merasa bahwa kita tidak tulus melayaninya dan hanya berlandaskan kepentingan bisnis semata. Kalau pelanggan tersebut sudah tidak </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">valuable</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> lagi secara bisnis, ia akan dicampakkan begitu saja.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Nah, yang paling tepat adalah meletakkan pelanggan secara horisontal. Menempatkan pelanggan layaknya seperti teman kita. Kita bisa bercakap-cakap dengan enak dan didasari keinginan tulus untuk membantu pelanggan kita itu.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Jadi, hargailah selau pelanggan kita dengan tepat. </span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">“</span></span></span><em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Long Live the Customers!</span></span></span></em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">”</span></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> harus menjadi kredo bagi kita agar kita juga bisa menjadi </span></span><em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">lifetime supplier</span></span></em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">-nya pelanggan.</span></span></p>
<p align="justify"><em>—<span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Ringkasan tulisan ini bisa dibaca di Harian Kompas–</span></span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Hermawan Kartajaya</span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tiens168.wordpress.com/249/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tiens168.wordpress.com/249/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiens168.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiens168.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiens168.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiens168.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiens168.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiens168.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiens168.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiens168.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiens168.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiens168.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiens168.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiens168.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiens168.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiens168.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=249&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/16/long-live-the-customers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a010f886f5303b70a0f6457dfbcf24b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">tiens168</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah 2 Ekor Kodok</title>
		<link>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/12/kisah-2-ekor-kodok/</link>
		<comments>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/12/kisah-2-ekor-kodok/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 09:22:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tiens168</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[alpakom]]></category>
		<category><![CDATA[LNI]]></category>
		<category><![CDATA[Tianshi]]></category>
		<category><![CDATA[tien168]]></category>
		<category><![CDATA[trisulo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiens168.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Malangnya, dua di antara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati. Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=241&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;"> Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Malangnya, dua di antara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;">Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;">Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;">Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat sedapat mungkin. Sekali lagi kerumunan kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;">Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil. Akhirnya, dengan sebuah lompatan yang kencang, dia berhasil sampai di atas. <span id="more-241"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;">Kodok lainnya takjub dengan semangat kodok yang satu ini, dan bertanya &#8220;Apa kau tidak mendengar teriakan kami?&#8221; Lalu kodok itu (dengan membaca gerakan bibir kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;">Akhirnya mereka sadar bahwa saat di bawah tadi mereka dianggap telah memberikan semangat kepada kodok tersebut. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;">Apa yang dapat kita pelajari dari ilustrasi di atas? </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;">Kata-kata positif yang diberikan pada seseorang yang sedang &#8220;jatuh&#8221; justru dapat membuat orang tersebut bangkit dan membantu mereka dalam menjalani hari-hari. Sebaliknya, kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang &#8220;jatuh&#8221; dapat membunuh mereka. Hati hatilah dengan apa yang akan diucapkan. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;">Suarakan &#8216;kata-kata kehidupan&#8217; kepada mereka yang sedang menjauh dari jalur hidupnya. Kadang-kadang memang sulit dimengerti bahwa &#8216;kata-kata kehidupan&#8217; itu dapat membuat kita berpikir dan melangkah jauh dari yang kita perkirakan. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;">Semua orang dapat mengeluarkan &#8216;kata-kata kehidupan&#8217; untuk membuat rekan dan teman atau bahkan kepada yang tidak kenal sekalipun untuk membuatnya bangkit dari keputus-asaanya, kejatuhannya, kemalangannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;">Sungguh indah apabila kita dapat meluangkan waktu kita untuk memberikan spirit bagi mereka yang sedang putus asa dan jatuh</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Verdana;">Sumbre : <span style="color:blue;"><a href="http://van.9f.com/" target="_blank">http://van.9f.com/</a> </span></span></p>
<p style="text-align:right;margin:0 0 .0001pt;"><span style="color:#ff0000;"><strong>&lt;&lt; Posted By : <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;">hairulef</span></span> &gt;&gt;</strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tiens168.wordpress.com/241/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tiens168.wordpress.com/241/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiens168.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiens168.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiens168.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiens168.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiens168.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiens168.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiens168.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiens168.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiens168.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiens168.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiens168.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiens168.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiens168.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiens168.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=241&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiens168.wordpress.com/2008/09/12/kisah-2-ekor-kodok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a010f886f5303b70a0f6457dfbcf24b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">tiens168</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadiah Terindah untuk Diri Sendiri (Gede Prama)</title>
		<link>http://tiens168.wordpress.com/2008/08/28/hadiah-terindah-untuk-diri-sendiri-gede-prama/</link>
		<comments>http://tiens168.wordpress.com/2008/08/28/hadiah-terindah-untuk-diri-sendiri-gede-prama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 01:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tiens168</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[alpakom]]></category>
		<category><![CDATA[LNI]]></category>
		<category><![CDATA[Tianshi]]></category>
		<category><![CDATA[tien168]]></category>
		<category><![CDATA[trisulo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiens168.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan. Ada masa sulit dalam berumah tangga, kehidupan karir, kesehatan, atau kehidupan pribadi yang diguncang badai. Kebanyakan juga setuju kalau masa-masa sulit ini bukanlah keadaan yang diinginkan. Sebagian orang bahkan berdoa, agar sejarang mungkin digoda oleh keadaan-keadaan sulit. Sebagian lagi yang dihinggapi oleh kemewahan hidup ala anak-anak kecil, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=189&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span class="verdana8point"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Setiap orang pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan. Ada masa sulit dalam berumah tangga, kehidupan karir, kesehatan, atau kehidupan pribadi yang diguncang badai. Kebanyakan juga setuju kalau masa-masa sulit ini bukanlah keadaan yang diinginkan. Sebagian orang bahkan berdoa, agar sejarang mungkin digoda oleh keadaan-keadaan sulit. Sebagian lagi yang dihinggapi oleh kemewahan hidup ala anak-anak kecil, mau membuang jauh-jauh, atau lari sekencang-kencangnya dari godaan hidup sulit.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Akan tetapi, sekencang apapun kita menjauh dari kesulitan, ia tetap akan menyentuh badan dan jiwa ini di waktu-waktu ketika ia harus datang berkunjung. Rumus besi kehidupan seperti ini, memang berlaku pada semua manusia, bahkan juga berlaku untuk seorang raja dan p! enguasa yang paling berkuasa sekalipun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sadar akan hal inilah, saya sering mendidik diri untuk ikhlas ketika kesulitan datang berkunjung. <span id="more-189"></span>Syukur-syukur bisa tersenyum memeluk kesulitan. Tidak dibuat sakit dan frustrasi saja saya sudah sangat bersyukur. Pelukan-pelukan kebijakan seperti inilah yang datang ketika sang hidup sempat membanting saya dari sebuah ketinggian. Sakit memang, tapi karena ia sudah saatnya datang berkunjung, dan kita tidak punya pilihan lain terkecuali membukakan pintu rumah kehidupan, maka seterpaksa apapun hanya keikhlasanlah satu-satunya modal berguna dalam hal ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Senyum penerimaan terhadap kesulitan memang terasa kecut di bibir. Dan sebagaimana logam yang sedang dibuat menjadi patung indah, kesulitan memang terasa seperti semprotan panasnya api mesin las, dihajar oleh palu besar, kencangnya cubitan tang, menyakitkannya goresan-goresan amplas kasar, atau malah tidak enaknya bau cat yang menyelimuti seluruh badan patung logam. Semua tahu, kalau badan dan jiwa ini kemudian akan menjadi ‘patung logam’ yang lebih indah dari sebelumnya. Tetapi tetap saja ada sisa-sisa ketakutan &#8211; dan bahkan mungkin trauma &#8211; yang membuat kita manusia menghindar dari kesulitan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Cuma selebar apapun goresan luka yang dibuat oleh kesulitan, ada mahluk yang amat berguna dan amat dibutuhkan dalam pengalaman-pengalaman menyakitkan ini, ia bernama sahabat. Tidak semua sahabat fasih memberikan nasehat. Tetapi dengan kesediaannya untuk mendengar, sinaran mata yang berisi empati, kesediaan untuk menjaga rahasia, sahabat menjadi permata berlian yang amat berguna dalam keadaan-keadaan ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Di rumah saya memiliki seorang sahabat yang amat mengagumkan. Dari segi pendidikan formal ia hanya tamatan SMU. Bahkan SMU tempat ia bersekolah dulu sudah bubar, sebagai tanda ia bukanlah berasal dari sekolah yang terlalu membanggakan. Namun nasehat serta keteladanan hidupnya kadang mengagumkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Di kantor saya memiliki sejumlah bawahan yang datang sama manisnya baik ketika dipuji maupun setelah di! maki. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Seorang tetangga menelpon, mengirim SMS dan bahkan menyempatkan diri berkunjung ke rumah. Tidak untuk memberikan ceramah, hanya untuk mendengar. Seorang sahabat dekat yang memimpin sebuah raksasa teknologi informasi bahkan mengatakan bangga menjadi sahabat saya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ketika tulisan ini dibuat, seorang sahabat lama yang tinggal di Surabaya menelepon, tanpa bermaksud menggurui ia mengutip kata-kata indah Confucius :<br />
<strong><span style="color:#0000ff;">‘Manusia salah itu biasa, tetapi menarik pelajaran dari kesalahan itu baru luar biasa’. </span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Apa yang mau saya tuturkan dengan semua ini, rupanya sahabat adalah hadiah paling berharga yang bisa kita berikan pada diri kita sendiri. Secara lebih khusus ketika kita ditimpa kesulitan yang menggunung. Sehingga patut direnungkan, kalau kita perlu menabung perhatian, empati, cinta buat para sahabat. Tidak untuk berdagang dengan kehidupan. Dalam arti, memberi dengan harapan agar diberi kelak. Melainkan, sebagaimana cerita dan pengalaman di atas, dalam dunia persahabatan, dalam memberi kita sebenarnya sudah diberi. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Bahkan, setiap sahabat yang memberi perhatian dan empati pada sahabat lainnya, ketika itu juga mengalami the joy of giving. Ketika itu juga seperti ada beban di bahu yang berkurang jauh beratnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ada</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> memang orang yang memiliki banyak sekali teman. Kemana-mana namanya dipanggil orang. Cuman, sedikit diantara semua teman yang banyak ini kemudian bisa menjadi sahabat. Bercermin dari kenyataan inilah, maka saya lebih memusatkan diri untuk mencari dan membina sahabat. Jumlahnya memang tidak akan pernah banyak. Bahkan ia lebih sedikit dari jumlah jari tangan. Cuma sesedikit apapun jumlahnya, sahabat tetap sejenis hadiah terbaik yang bisa kita bisa berikan buat diri sendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mobil mewah memang bisa membawa kita ke tempat jauh lengkap dengan gengsinya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Rumah mewah memang bisa meningkatkan kenyamanan tinggal sekaligus meningkatkan kelas. Ijazah lengkap dengan gelarnya yang mentereng juga bisa meningkatkan percaya diri. Akan tetapi, baik mobil mewah, rumah mewah maupun ijazah tidak bisa menghadirkan empati yang menyentuh hati</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Di sebuah Sabtu pagi, seorang sahabat yang membaca harian Kompas yang<br />
memberitakan bahwa saya mengundurkan diri dari jabatan presiden direktur di sebuah kelompok usaha amat besar di negeri ini, langsung menelepon saya dari tempat yang jauh. Ia berucap sederhana : ’saya bangga jadi teman Anda’. Inilah hadiah terbaik yang bisa dihadiahkan ke diri sendiri. Ia tidak dibungkus kado, ia juga tidak hanya datang ketika hari raya atau ulang tahun. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ia justru lebih sering datang ketika kita amat membutuhkannya. (dikutip dari blog Nani Darmayanti).-</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tiens168.wordpress.com/189/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tiens168.wordpress.com/189/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiens168.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiens168.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiens168.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiens168.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiens168.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiens168.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiens168.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiens168.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiens168.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiens168.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiens168.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiens168.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiens168.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiens168.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=189&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiens168.wordpress.com/2008/08/28/hadiah-terindah-untuk-diri-sendiri-gede-prama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a010f886f5303b70a0f6457dfbcf24b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">tiens168</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Pribadi Yang Menarik</title>
		<link>http://tiens168.wordpress.com/2008/08/26/menjadi-pribadi-yang-menarik/</link>
		<comments>http://tiens168.wordpress.com/2008/08/26/menjadi-pribadi-yang-menarik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 08:07:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tiens168</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[alpakom]]></category>
		<category><![CDATA[LNI]]></category>
		<category><![CDATA[Tianshi]]></category>
		<category><![CDATA[tien168]]></category>
		<category><![CDATA[trisulo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiens168.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[MENJADI PRIBADI YANG BAIK Kadang kita menemukan seseorang yang kita kenal, yang begitu menyenangkan, hingga membuat kita merasa nyaman dan merindukan kehadiran orang itu. Bisa dibilang orang semacam ini memiliki daya tarik bagi orang lain. Daya tarik merupakan kualitas istimewa yang ada pada sesorang dan membuat keterpesonaan pada orang lain. Seperti misalnya bunga, alat untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=116&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">MENJADI PRIBADI YANG BAIK</span></span></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Kadang kita menemukan seseorang yang kita kenal, yang begitu menyenangkan, hingga membuat kita merasa nyaman dan merindukan kehadiran orang itu. Bisa dibilang orang semacam ini memiliki daya tarik bagi orang lain. Daya tarik merupakan kualitas istimewa yang ada pada sesorang dan membuat keterpesonaan pada orang lain. Seperti misalnya bunga, alat untuk menarik lebah. Namun kabar gembiranya, kita semua dapat menjadi orang yang selalu dirindukan seperti itu. Daya tarik dapat ditumbuhkan. Anda dapat menciptakan getaran positif yang dapat melingkupi Anda. Sebuah aura positif yang dapat ditimbulkan dari perhatian, kasih sayang dan rasa hormat. Anda dapat mengikuti beberapa tips menumbuhkan daya tarik dibawah ini.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Berikan kebaikan tanpa menghitungnya</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Tuhan itu maha pemurah. Ada pepatah mengatakan lebih baik memberi dari pada meminta. Birikan kesediaan yang tulus untuk berbagi dengan orang lain. Dalam kehidupan sosial, orang cenderung memberi dan beramal semata-mata demi memuaskan ego. Namun sebenarnya, memberi dengan ikhlas dapat menumbuhkan perasaan positif. Belajarlah memberi tanpa mengharapkan imbalan, perasaan yang datang dari hati akan menumbuhkan kepuasan dan kesenangan.<span id="more-116"></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Hidup dalam kerendahan hati</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Kerendahan hati merupakan perwujudan dari kebanggaan hati, tapi pengganti dari membanggakan diri sendiri pada yang lainnya. Amal, toleransi dan kerendahan hati memiliki nilai yang tinggi. Kerendahan hati dan kedamaian saling bertautan. Percayalah pada diri sendiri, dan singkirkan keinginan untuk selalu membuktikan pada orang lain. Sementara orang berusaha untuk rendah hati, mereka harus menghentikan sikap egois, itu sebuah proses yang mutlak dan membangun.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Kemurnian</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Keyakinan menarik hati. Keyakinan dan kesabaran merupakan kondisi awal dari sebuah ketertarikan atau daya tarik.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Penuh Minat</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Apa yang kita katakan pada diri sendiri, tentang kehidupan dan diri kita sendiri dari hari ke hari, merupakan efek yang luar biasa. Sepanjang waktu, lihat dan pikirkan diri Anda sebagai pribadi yang menarik. Pertahankan pandangan itu sejelas mungkin dalam pikiran Anda. Lalu, dengan sendirinya, Anda akan menarik segala yang penting untuk menyempurnakan pandangan itu. Jadilah orang yang ceria dan penuh harapan, dan buat dunia terpikat pada Anda. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Wajah Ceria</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Tertawa itu menyehatkan. Buat wajah Anda selalu ceria. Saat Anda tersenyum, otak akan bereaksi dan memproduksi endorphin (zat alami yang memindahkan rasa sakit). Selain itu, sebuah senyuman akan membuat Anda rileks. Sebuah senyum juga akan menebarkan kegembiraan pada orang lain. Tekankan dalam pikiran Anda, selagi Anda bersama orang lain, bahwa senyuman dapat memperpendek jarak antar orang lain. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Antusias dan hasrat</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Dua hal ini merupakan ibu yang melahirkan sukses. Antusias dan hasrat dapat mendatangkan uang, kekuatan dan pengaruh. Hal besar tak akan dapat dicapai tanpa antusias. Yakinlah pada apa yang Anda kerjakan. Kerjakan tiap pekerjaan Anda dengan penuh cinta. Masukan antusias dalam pribadi Anda. Dan si antusias ini akan menciptakan hal luar biasa buat Anda. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Tata kerama</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Tingkah laku, kesopanan dan kebaikan membuat orang lain percaya pada Anda. Tata karma yang bagus membuat orang lain merasa nyaman bercakap-cakap dengan Anda. Tata karma merupakan sumber kesenangan, memberikan rasa aman dengan menunjukan penghormatan pada oran lain. Bersikap penuh tata karma bukan hanya berlaku pada sebagian orang, tapi pada setiap orang yang Anda kenal, tak peduli status dan kedudukan mereka.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:#ff0000;">&lt;&lt;Posted By : <a href="http://hairulef.110mb.com/" target="_blank">hairulef</a>&gt;&gt;</span></strong> </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tiens168.wordpress.com/116/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tiens168.wordpress.com/116/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiens168.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiens168.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiens168.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiens168.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiens168.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiens168.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiens168.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiens168.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiens168.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiens168.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiens168.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiens168.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiens168.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiens168.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=116&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiens168.wordpress.com/2008/08/26/menjadi-pribadi-yang-menarik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a010f886f5303b70a0f6457dfbcf24b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">tiens168</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MLM Jadi Solusi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat</title>
		<link>http://tiens168.wordpress.com/2008/08/26/mlm-jadi-solusi-pemberdayaan-ekonomi-rakyat-2/</link>
		<comments>http://tiens168.wordpress.com/2008/08/26/mlm-jadi-solusi-pemberdayaan-ekonomi-rakyat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 07:09:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tiens168</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[alpakom]]></category>
		<category><![CDATA[LNI]]></category>
		<category><![CDATA[Tianshi]]></category>
		<category><![CDATA[tien168]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiens168.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 26 Agustus 2008 JAKARTA (Suara Karya): Kegiatan bisnis penjualan produk dengan sistem pemasaran bertingkat (multilevel marketing/MLM) di Indonesia terbukti mampu menciptakan puluhan juta lapangan kerja. Dalam hal ini, MLM menjadi salah satu solusi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Demikian diungkapkan Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali dalam awakening seminar yang diselenggarakan jaringan Tianshi Group [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=113&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Selasa, 26 Agustus 2008</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana;">JAKARTA</span></span><span style="color:#000000;"> </span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana;">(Suara Karya): Kegiatan bisnis penjualan produk dengan sistem pemasaran bertingkat (multilevel marketing/MLM) di Indonesia terbukti mampu menciptakan puluhan juta lapangan kerja. Dalam hal ini, MLM menjadi salah satu solusi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Demikian diungkapkan Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali dalam awakening seminar yang diselenggarakan jaringan Tianshi Group (Tiens), di Jakarta, Minggu (24/8) malam. Hadir pada acara ini sekitar 100.000 peserta dari seluruh Indonesia. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Menurut dia, selama ini MLM sudah menciptakan salah satu entitas bisnis terbesar di kalangan masyarakat. Bahkan di Indonesia, <span id="more-113"></span>MLM sudah menjadi suatu kekuatan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan menjadi wirausaha yang kreatif dan inovatif tanpa membutuhkan modal. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">&#8220;Untuk memulai bisnis di MLM, tidak perlu uang atau modal. Masyarakat dilatih dan dididik sehingga memiliki keterampilan untuk berusaha berpenghasilan. Terbukti, dengan MLM, sudah jutaan orang yang dapat bekerja. Penghasilannya tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tapi juga berlebih. Jadi, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui MLM sangat efektif,&#8221; kata Suryadharma. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Dia menjelaskan, pemerintah akan mendorong peningkatan kinerja MLM karena sejalan dengan upaya pengentasan pengangguran dan kemiskinan serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Apalagi masyarakat juga bisa memperoleh pendidikan dan pelatihan keterampilan maupun kemampuan berusaha yang baik. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Seperti diketahui, Business School Tiens Group merupakan lembaga pendukung dan pendidikan yang berhasil membangun jaringan bisnis penjualan langsung, ritel, keuangan, perdagangan, dan bisnis internasional. Saat ini Tianshi Group sudah beroperasi di 109 negara dengan 16 juta orang binaan. Di Indonesia sendiri terdapat 3 juta orang yang tergabung dalam Tianshi Group. (Andrian) </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Tiens168 basecamp: Taman Caribbean Blok i.22 No. 11 Citra Raya Cikupa Tangerang &#8211; Indonesia 15710 Telp. +62 +021 596 1733.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:right;"><span style="color:#ff0000;"><strong>&lt;&lt;Posted By : <span style="color:#0000ff;">M. Banjir Iqbal</span>&gt;&gt;</strong></span></p>
<p align="justify">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tiens168.wordpress.com/113/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tiens168.wordpress.com/113/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiens168.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiens168.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiens168.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiens168.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiens168.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiens168.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiens168.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiens168.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiens168.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiens168.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiens168.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiens168.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiens168.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiens168.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=113&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiens168.wordpress.com/2008/08/26/mlm-jadi-solusi-pemberdayaan-ekonomi-rakyat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a010f886f5303b70a0f6457dfbcf24b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">tiens168</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Donkey</title>
		<link>http://tiens168.wordpress.com/2008/08/25/the-donkey/</link>
		<comments>http://tiens168.wordpress.com/2008/08/25/the-donkey/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 08:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tiens168</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[alpakom]]></category>
		<category><![CDATA[LNI]]></category>
		<category><![CDATA[Tianshi]]></category>
		<category><![CDATA[tien168]]></category>
		<category><![CDATA[trisulo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiens168.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[One day a farmer&#8217;s donkey fell down into a well. The animal cried piteously for hours as the farmer tried to figure out what to do. Finally, he decided the animal was old, and the well needed to be covered up anyway; it just wasn&#8217;t worth it to retrieve the donkey. Suatu hari keledai seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=93&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><em> <span style="font-style:italic;" lang="IN">One  day a farmer&#8217;s donkey fell down into a well. The animal cried piteously for  hours as the farmer tried to figure out what to do. Finally, he decided the  animal was old, and the well needed to be covered up anyway; it just wasn&#8217;t  worth it to retrieve the donkey.</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#c00000;">Suatu hari keledai seorang  petani jatuh ke dalam sumur. Binatang itu menangis pilu berjam-jam, sementara si  petani mencoba memikirkan apa yang harus dia lakukan. Akhirnya ia memutuskan  bahwa binatang itu sudah tua, dan sumurnya pun perlu ditutup, sehingga tidak  perlu untuk mengangkat keledai itu keluar.<em> </em></span> <span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><em> </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><em><span style="font-style:italic;" lang="IN">He  invited all his neighbours to come over and help him. They all grabbed a shovel  and began to shovel dirt into the well. At first, the donkey realized what was  happening and cried horribly. Then, to everyone&#8217;s amazement he quieted down</span></em></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#c00000;"><em>.<span id="more-93"></span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#c00000;">Ia mengajak seluruh tetangganya untuk datang menolongnya. Mereka semua mengambil  sekop dan mulai menimbun sumur dengan tanah. Mula-mula ketika si keledai  menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis sejadi-jadinya. Kemudian, semua  takjub ketika ia berhenti menangis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#c00000;"><em></em></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><em><span style="font-style:italic;" lang="IN">A few  shovel loads later, the farmer finally looked down the well. He was astonished  at what he saw. With each shovel of dirt that hit his back, the donkey was doing  something amazing. He would shake it off and take a step up.</span></em></span><em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-style:italic;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#c00000;">Setelah memasukkan beberapa sekop tanah kemudian, si petani akhirnya melihat ke  bawah sumur. Ia terkejut akan apa yang dilihatnya. Terhadap setiap sekop tanah  yang menimpa punggungnya, si keledai melakukan sesuatu yang luar biasa. Ia  mengibaskan badannya dan mengangkat badannya ke atas.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-style:italic;" lang="IN">As the farmer&#8217;s neighbours continued to shovel dirt on top of the animal, he  would shake it off and take a step up. Pretty soon, everyone was amazed as the donkey stepped up over the edge of the well and  happily trotted off!</span></span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#c00000;"><em></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#c00000;">Ketika para tetangga petani terus menyekop tanah ke atas tubuh binatang itu, ia  mengibaskan badannya dan selalu mengangkat badannya ke atas. Dengan segera,  semua orang takjub ketika keledai itu tiba di permukaan sumur, dan dengan  gembira melangkah keluar!</span><em><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;color:#c00000;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:12pt;font-style:italic;" lang="IN"> </span></span></span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;color:#c00000;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:12pt;font-style:italic;" lang="IN">MORAL :</span></span></span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-style:italic;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#c00000;"> Life is going to shovel dirt on you, all kinds of dirt. The trick to getting out  of the well is to shake it off and take a step up. Each of our troubles is a  steppingstone. We can get out of t he deepest wells just by not stopping, never  giving up! Shake it off and take a step up.</span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em></em><strong><span style="font-style:italic;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Posted  By. <span style="text-decoration:underline;">M. Banjir Iqbal</span></span></span></strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tiens168.wordpress.com/93/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tiens168.wordpress.com/93/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiens168.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiens168.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiens168.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiens168.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiens168.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiens168.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiens168.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiens168.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiens168.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiens168.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiens168.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiens168.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiens168.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiens168.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiens168.wordpress.com&amp;blog=4450470&amp;post=93&amp;subd=tiens168&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiens168.wordpress.com/2008/08/25/the-donkey/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a010f886f5303b70a0f6457dfbcf24b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">tiens168</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
