BINTANG DAN KERIKIL
“Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu,,, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungunhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.”
(Q.S. Al-An’am [6] : 97)
Kerikil dan Bintang sama-sama tampak kecil dalam pandangan fisik manusia. Namun, keduanya memiliki makna arti dan guna yang jauh berbeda. Kosa kata Kerikil sering digunakan untuk menggambarkan hal-hal yang bersifat negative. Sebaliknya dengan Bintang yang digunakan untuk sesuatu yang positive. Kerikil menjadi istilah yang yang berarti menghalangi langkah/perjalanan manusia. Sedangkan bintang justru mnejadi tujuan dari langkah manusia itu sendiri.
Perjalanan manusia sering terhalang oleh kerikil-kerikil tajam. Sedangkan orang-orang yang sukses disebut sebagai sang Bintang. Bahkan pangkat militer dan kelas hotel pun menggunakan menggunakan bintang.
Perubahan menuju kebangkitan bisa karena steps yang kecil, itulah Bintang. Sedangkan perubahan dari sesuatu yang besar menuju kehancuran, itulah kerikil. Itu berarti, sesuatu yang kecil dalam pandangan manusia bisa memberikan kontribusi yang besar bagi kehidupan manusia. Dengan jata lain, sesuatu yang dianggap remeh bisa menjadi sebuah kunci menuju perubahan yang besar.
Makna lain dari perbedaan antara kerikil dan bintang adalah, bahwa kerikil dalam senyatanya adalah kecil tetapi bisa bisa mencelakakan. Seperti tampak pada kehidupan kita sehari-hari, apakah anda pernah tersandung/terpeleset batu besar? Pasti tidak, tetapi anda tersandung/terpeleset dan tergelincir batu keci atau kerikil. Begitupun ketika anda sedang makan nasi. Bagaimana perasaan Anda ketika sebuah kerikil termakan dan tergigit oleh Anda? Pastilah kenikmatan makanan tersebut akan hilang seketika, dan masih banyak lagi hal-hal tidak menyenangkan yang disebabkan oleh kerikil.
Berbeda dengan bintang yang sejatinya adalah sesuatu yang sangat besar, namun berada di langit yang jauh, sehingga mata memandangnya kecil. Hal inilah yang menjadi keunikan tersendiri dari bintang-bintang kecil di langit. Cahayanya yang kecil bisa menembus kepekatan gelap malam. Bahkan ketika bintang-bintang itu bertemu dan membentuk suatu formasi, dapat menjadi petunjuk bagi manusia. Samapi sekarang nelayan menggunakan formasi-formasi itu sebagai petunjuk arah, dan itu tidak pernah berubah.
Penampakan dalam kehidupan nyata itulah yang menjadi dasar pemaknaan dan penggunaan kosa kata BINTANG atau KERIKIL. Hal-hal tersebut menggambarkan karakter seorang kerikil ataukah bintang itu sendiri. Kerikil yang kecil tetapi selalu menjadi penyebab dari suatu ketidaknyamanan dan membebani suatu perjalanan dari manusia merupakan salah satu bentuk karakter dari kerikil dan seorang kerikil. Beban yang berat akan semakin berat ketika ada kerikil. Dia tidak senang dengan keberhasilan orang lain dan selalu mencari jalan agar keberhasilan itu berpindah ke tangannya dengan menyakiti kawannya. Tetapi, seorang kerikil tidak akan pernah menjadi besar dan akan selalu di bawah. Bahkan dia akan terinjak-injak dan tergilas zaman ketika sifatnya masih tetap seperti kerikil.
Jauh dengan karakter seorang bintang. Bintang selalu berada di atas, tiadak peranah ditemukan di bawah. Inilah karekter sesunggunhnya dari bintang, begitupun dengan seorang bintang. Dia teguh dalam pendirian, bisa menerangi diri sendiri dan orang sekitarnya. Ketika mereka menjadi satu, maka mereka bisa menjadi pelopor dan penunjuk jalan kebenaran. Tidak mudah terpengaruh oleh tipu muslihat musuh-musuhnya, bahkan dia menjadi penerang di lingkungan yang jahil. Seperti kata Hasan Al-Banna, “nakhtalitu waalakin natamayyazu” yang maknanya bahwa seorang bintang bergaul di dalam lingkungan apapun, dia tetap teguh dan tidak terwarnai oleh lingkungannya yang jahil.
Seorang bintang niscaya mampu menghadapi kerikil tajam yang mengalangi langkahnya, namun seorang kerikil niscaya tidak akan mampu menjadi Bintang.
Oleh karena itu, mulailah Anda menjadi Bintang dari sekarang, dan menjadi lebih baik bersama bintang-bintang yang lainnya dengan membentuk bintang-bintang baru di sekitar Anda. [RG_318]
Disarikan dari Buletin dakwah Al Mimbar ed. 3, 20 Januari 2006
Filed under: Blog Tagged: | alpakom, LNI, Tianshi, tien168, trisulo






